Text
Implementasi Pemikiran Kh. Abdul Wahid Zuhdi Bagi Perkembangan Literasi Dan Mutu Pendidikan Pesantren
KH. Abdul Wahid Zuhdi menjadi tokoh penting dalam mengembangkan literasi di Pondok Pesantren Fadllul Wahid. Sebagai ulama yang visioner, beliau berperan besar dalam mengembangkan pendidikan di pesantren. Pemikiran beliau tentang literasi dan mutu pendidikan pesantren sangat relevan dan unik, sesuai dengan kultur sosial di lingkungannya. KH. Abdul Wahid Zuhdi menginginkan pendidikan pesantren menghasilkan santri-santri yang memiliki karakter muslim yang kuat, terutama dalam budaya menulis dan membaca kitab. Budaya literasi yang kuat dari KH. Abdul Wahid Zuhdi turun-temurun diwariskan kepada para santrinya. Transfer ilmu ini dilakukan secara efektif dan efisien lewat kurikulum dan metode khusus yang dimiliki Pondok Pesantren Fadllul Wahid. KH. Abdul Wahid Zuhdi sebagai pendiri pondok pesantren, telah merumuskan kurikulumnya sendiri sebagai upaya untuk mengaktualisasikan pemikiran pendidikan yang dirumuskannya. Ada dua metode andalan yang diterapkan di Pondok Pesantren Fadllul Wahid untuk memaksimalkan budaya literasi bagi para santrinya, yakni Metode 40 Hari (Mandlumah Fi Ilmi Nahwi dan Safinah An Naja) dan Metode Satu Tahun (Kitab Alfiyyah Ibnu Malik). Metode ini terbukti ampuh menggembleng kemampuan literasi santri. Terbukti dari banyaknya piala dan prestasi yang diraih santri-santri Pondok Pesantren Fadllul Wahid yang memenangkan kompetisi literatur kitab di tingkat daerah, provinsi hingga nasional. Tujuan besar dari KH. Abdul Wahid Zuhdi meningkatkan mutu pendidikan di Pondok Pesantren Fadllul Wahid adalah untuk melahirkan para pecinta ilmu sebanyak-banyaknya. KH. Abdul Wahid Zuhdi menilai kedudukan orang yang berilmu sangatlah tinggi dan dihargai. Bagi beliau ilmu pengetahuan adalah anugerah dari Allah SWT dan mereka yang mencari ilmu dianggap sebagai orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah.
Tidak tersedia versi lain