Text
Perbandingan Metode Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan, Kadar Fenolik, Flavonoid, dan Tanin Total Ekstrak Metanol Daun Kawista (Limonia acidissima L.)
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas dan melindungi tubuh dari penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Daun kawista (Limonia acidissima L) merupakan salah satu sumber antioksidan alami yang mengandung senyawa metabolit sekunder, yaitu fenol, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode ekstraksi (maserasi, perkolasi, refluks, dan soxhlet) terhadap aktivitas antioksidan, kadar fenolik, flavonoid, dan tanin total dari ekstrak metanol daun kawista. Analisis aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, sedangkan penetapan kadar fenolik, flavonoid, dan tanin masing-masing menggunakan metode Folin-Ciocalteu, AlCl₃, dan Folin-Denis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perkolasi memberikan rendemen ekstrak yang paling besar yaitu (23,3%) dibanding refluks (18,9%), soxhlet (13,9%), dan maserasi (11%). Ekstrak soxhlet menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih unggul, ditandai dengan IC50 yang lebih rendah (93,21 ppm) dibanding metode lain (maserasi 119,81 ppm, refluks 114,01 ppm, dan perkolasi 128,71 ppm). Kadar fenolik, flavonoid, dan tanin total juga lebih besar pada ekstrak soxhlet, yaitu masing-masing 92,48 mgGAE/g, 6,49 mgQE/g, dan 97,85 mgTAE/g ekstrak. Dengan demikian, perbedaan metode ekstraksi dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan dan kadar senyawa metabolit sekunder pada ekstrak metanol daun kawista.
Tidak tersedia versi lain