Text
Analisis Peran Model Triple Helix Dalam Pengembangan Ekowisata Untuk Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Objek Wisata Benteng Portugis Banyumanis Jepara)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran model Triple Helix yang melibatkan
kolaborasi antara tiga pihak utama, yaitu pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha yang
saling berperan dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis
lingkungan serta dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat di Desa
Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Model Triple Helix menjadi
kerangka strategis yang menjembatani interaksi antara sektor kebijakan publik, dunia
pendidikan dan riset, serta dunia usaha dalam menciptakan inovasi dan pembangunan
berkelanjutan. Dalam konteks ekowisata, pemerintah bertindak sebagai penyusun
kebijakan dan fasilitator, akademisi memberikan kontribusi melalui riset dan edukasi,
sedangkan pelaku usaha berperan dalam pengelolaan dan pemanfaatan ekonomi wisata.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan
narasumber, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan
ekowisata Benteng Portugis memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi
masyarakat, seperti bertambahnya pendapatan dan terbukanya lapangan kerja. Sinergi
antara pemerintah dan pelaku usaha mulai terbentuk dalam bentuk pengelolaan destinasi
dan pemberdayaan masyarakat, sementara keterlibatan akademisi masih terbatas dan
belum menunjukkan peran aktif dalam proses pengembangan. Penelitian ini
menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antar unsur Triple Helix agar ekowisata
dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi
masyarakat sekitar, yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga lestari secara
sosial dan lingkungan.
Tidak tersedia versi lain