Text
Pengaruh Self-Efficacy Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus Pada Dinas Pertanian Dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self -efficacy dan lingkungan
kerja terhadap kinerja karyawan, serta peran kepuasan kerja sebagai variabel
mediasi pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Metode
penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analisis deskriptif.
Survai yang dilakukan tehadap 118 responden karyawan pada Dinas Pertanian dan
Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan
dianalisis menggunakan Uji Analisis Jalur (Path Analysis), Uji Mediasi (Sobel
Test) dan Uji t (Partial Test) dengan aplikasi IBM SPSS (Statistical Package for
the Social Sciences) Versi 16 untuk menganalisis dataData diperoleh melalui
kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi dan analisis jalur (path
analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Self -efficacy berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung 6,911 > t tabel 1,658
dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05; (2) Lingkungan kerja juga berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan t hitung 4,411 > t tabel 1,658
dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05; (3) Kepuasan kerja terbukti mampu memediasi
hubungan antara self -efficacy dan kinerja karyawan karena nilai pengaruh tidak
langsung (0,176) lebih besar dari pengaruh langsung (0,000); (4) Namun,
kepuasan kerja tidak memediasi hubungan antara lingkungan kerja dan kinerja
karyawan karena pengaruh langsung (0,297) lebih besar dari pengaruh tidak
langsung (0,042).
Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan self -efficacy dan penciptaan
lingkungan kerja yang kondusif untuk meningkatkan kinerja, dengan
memperhatikan peran kepuasan kerja sebagai faktor pendukung.
Tidak tersedia versi lain