Text
Evaluasi Penggunaan Kemoterapi pada Pasien Kanker Nasofaring di RSI Sultan Agung Semarang
Penelitian dilakukan secara observasional dengan desain cross sectional. Data diperoleh secara restrospektif dari rekam medis pasien. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga didapatkan 38 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Evaluasi dilakukan menggunakan standar Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kanker Nasofaring Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019 dan British Columbia Cancer Agency Clinical Pharmacy Guide (BCCA) kemudian data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis terapi yang paling banyak digunakan adalah terapi kombinasi (100%), regimen obat yang paling banyak digunakan adalah kombinasi paclitaxel dan cisplatin (92%), siklus kemoterapi banyak dijalani pada siklus 4-6 (57,9%), obat penunjang yang diberikan seluruhnya adalah kombinasi ondansetron, ranitidin, dexametason, dan difenhidramin (100%). Evaluasi penggunaan obat kemoterapi pada pasien kanker nasofaring di RSI Sultan Agung Semarang tahun 2023 dan 2024 menunjukkan hasil yaitu tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat regimen (100%), tepat dosis (71,12%), dan tepat rute pemberian (100%). Kesimpulan penelitian ini adalah masih terdapat ketidaktepatan terkait dosis pada penggunaan kemoterapi pada pasien kanker nasofaring di RSI Sultan Agung Semarang.
Tidak tersedia versi lain