Text
Optimasi Formula Nanoemulsi Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Menggunakan Metode Desain Faktorial dengan Variasi Konsentrasi Surfaktan Cremophor RH 40
Ekstrak etanol bunga telang (EEBT) dapat mengurangi rambut rontok. EEBT
dikembangkan menjadi nanoemulsi supaya mampu berpenetrasi ke kulit kepala.
Surfaktan Cremophor RH 40 mampu mengecilkan ukuran globul dan memperbaiki
karakteristik fisik. Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengaruh variasi
surfaktan Cremophor RH 40 terhadap kecilnya ukuran globul dan karakteristik fisik
sediaan sehingga didapatkan formula paling optimum.
Tahap awal adalah pembuatan nanopartikel EEBT lalu dilanjutkan
pembuatan nanoemulsi EEBT dengan variasi Cremophor RH 40 5%, 10%, dan
15%. Fase air natrium benzoat 0,3% dilarutkan aquadest dan ditambah 10 mL dari
larutan pembuatan nanopartikel, kemudian dihomogenkan menggunakan magnetic
stirrer (700 rpm selama 10 menit). Cremophor RH 40, IPM 2,5%, dan PEG 400
10% dicampurkan, dimasukkan ke fase air secara bertahap (700 rpm selama 25
menit). Kecepatan dinaikkan 1000 rpm (20 menit) untuk menghomogenkan, lalu
disonikasi (10 menit, suhu 40℃). Organoleptis, pH, tipe emulsi, bobot jenis,
viskositas, ukuran globul, indeks polidispersitas, dan potensial zeta adalah
pengujian yang dilakukan.
Analisis data dengan metode multilevel categoric one factor menghasilkan
kondisi optimum pada formula 3 dengan konsentrasi surfaktan 15%. Nanoemulsi
memiliki ciri fisik berwarna ungu jernih, agak kental, tidak berbau, tipe M/A,
ukuran globul 161,7 nm; indeks polidispersitas 0,320; potensial zeta -20,030 mV;
viskositas 4,617 cps; dan desirability 0,573.
Kata kunci: Cremophor RH 40, desain faktorial, EEBT, nanoemulsi
Tidak tersedia versi lain