Text
Formulasi dan Uji Iritasi Sediaan Nanoemulsi Gel Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) dengan Basis Gel HPMC, CMC Na, dan Karbopol 940 pada Kulit Kelinci
Minyak nilam memiliki kandungan Patchouli Oil sebesar 50-60% yang
berpotensi membunuh bakteri termasuk bakteri penyebab jerawat. Minyak nilam
diformulasikan dalam bentuk sediaan nanoemulsi gel. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan nanoemulsi gel minyak nilam dengan
variasi basis dan dilakukan uji keamanan berupa uji iritasi pada kulit kelinci.
Nanoemulsi gel minyak nilam sebagai zat aktif dengan konsentrasi 9%, variasi
basis HPMC (F1), CMC Na (F2), karbopol 940 (F3) dengan konsentrasi 3%.
Pengujian karakteristik fisik meliputi uji homogenitas, organoleptis, pH, %
transmittan, viskositas, ukuran partikel, indeks polidispersitas dan zeta potensial
dianalisis secara deskriptif berdasarkan dari hasil yang diperoleh, serta dilakukan
uji iritasi menggunakan teknik patch test pada kulit kelinci dengan mengoleskan
sediaan pada punggung kelinci dan dilakukan pengamatan pada jam ke 24, 48, dan
72 jam. Hasil data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan melihat hasil
skor eritema dan edema yang terjadi.
Hasil uji karakteristik fisik sediaan nanoemulsi gel minyak nilam yaitu berwarna
putih susu, beraroma khas nilam, homogen, tekstur lembut, tekstur sedikit kental
pada formula 1, dan kental pada formula 2 dan formula 3, serta rata-rata pH sediaan
6,19. Nilai rata-rata ukuran sediaan nanoemulsi gel minyak nilam yaitu sebesar
127,6 nm, indeks polidispersitas 0,294 dan nilai zeta potensial sebesar -40,78 mV.
Hasil uji iritasi sediaan diperoleh indeks iritasi primer C SD), pada F1, F2, F3 secara
berturut-turut yaitu 0,1 ± 0,3; 0,3 ± 0,8; 0,1 0,5. Berdasarkan data tersebut dapat
disimpulkan bahwa nanoemulsi gel minyak nilam (Patchouli oil) dengan variasi
basis HPMC, CMC Na, dan karbopol 940 menyebabkan iritasi pada kulit sangat
ringan.
Kata kunci: Edema, Eritema, Essensial oil, Gelling agent
Tidak tersedia versi lain