Text
Aktivitas Antihipertensi Kapsul Jamu X pada Tikus Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Monosodium Glutamat
Jamu X yang beredar di pasaran komposisi simplisianya terdiri dari buah
mengkudu (Morinda citrifolia L), herba seledri (Apium graveolens L.), daun kumis
kucing (Orthosiphon aristatus), kulit batang pule (Alstoniae scholaris), herba
meniran (Phyllanthus niruri), herba pegagan (Centellae asiatica), daun sembung
(Blumea balsamifera), daun sendok (Plantago major), dan herba sambiloto
(Andrographis paniculata). Jamu X diklaim dapat membantu menurunkan tekanan
darah. Kesemua tanaman dalam jamu X mengandung flavonoid. Penelitian ini
bertujuan untuk memastikan keberadaan flavonoid serta membuktikan efek
antihipertensi jamu X pada tikus yang diinduksi monosodium glutamat (MSG).
Metode penelitian yang digunakan adalah randomized control group pretest
and posttest design. Tikus hipertensi dibuat dengan cara penginduksian MSG 100
mg/kgBB/hari selama 14 hari secara peroral (po). Tikus hipertensi dibagi lima
kelompok perlakuan, yaitu tikus kelompok I (kontrol negatif) diberikan CMC Na
0,5% 12,5 mL/kgBB. Tikus kelompok II (kontrol positif) diberikan kaptopril 2,5
mg/kgBB/hari. Tikus kelompok III, IV, dan V berturut- turut diberi jamu X dosis
0,09; 0,018 kapsul/kgBB, 1 kali sehari dan 0,018 kapsul/kgBB, 2 kali sehari. Bahan
uji diberikan selama 14 hari secara per oral. Tekanan darah sistolik dan diastolik
diuji kebermaknaan perbedaannya menggunakan uji t berpasangan pada taraf
kepercayaan 95%. Jamu X dinyatakan mempunyai aktivitas antihipertensi apabila
terjadi penurunan dan terdapat berbedaan yang signifikan pada tekanan darah
sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah pemberian jamu X.
Flavonoid dinyatakan terkandung dalam jamu X. Berdasarkan pengujian
yang dilakukan, jamu X menunjukkan aktivitas antihipertensi pada semua dosis.
Kata kunci: antihipertensi, flavonoid, jamu, MSG.
Tidak tersedia versi lain