e-Skripsi, Thesis, & Disertasi

UPT Perpustakaan Unwahas

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Perbedaan Jenis Pelarut Ekstraksi Terhadap Aktivitas 
Sitotoksik Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha Wight) Muda 
Pada Sel Kanker Payudara T47D
Penanda Bagikan

Text

Perbedaan Jenis Pelarut Ekstraksi Terhadap Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha Wight) Muda Pada Sel Kanker Payudara T47D

Risqy Anissa Putri - Mahasiswa; apt. Devi Nisa Hidayati, M.Sc - Pembimbing I;

Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling banyak diderita
wanita di Indonesia. Ekstrak etanol daun salam (Eugenia polyantha Wight) muda
telah didapati mempunyai aktivitas sebagai antikanker dengan dugaan kandungan
senyawa yang berperan yaitu flavonoid. Penarikan senyawa aktif yang terkandung
dalam suatu bahan alam dapat dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap aktivitas
sitotoksik ekstrak daun salam muda terhadap sel kanker payudara T47D.
Ekstrak daun salam muda didapat dari metode refluks dan infundasi dengan
variasi pelarut etanol 70%, etanol 96% dan aquadest. Pengujian sitotoksik ekstrak
daun salam muda menggunakan konsentrasi 1000; 500; 250; 125; 62,5; 31,25 dan
15,625 µg/mL melalui metode MTT assay. Penentuan nilai IC50 ditentukan
menggunakan regresi linier dan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan
secara signifikansi variasi jenis pelarut terhadap nilai IC50 pada sel kanker payudara
T47D.
Ekstrak daun salam muda yang diekstraksi dengan variasi pelarut etanol
70%, etanol 96% dan aquadest memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker
payudara T47D dengan nilai IC
50
secara berturut-turut sebesar 24,62+0,74;
54,30+2,48 dan 823,36+6,74 μg/ml. Hasil dari ketiga pelarut didapatkan nilai
aktivitas sitotoksik paling baik terhadap sel kanker payudara T47D yaitu pelarut
etanol 70% dengan nilai IC
50
sebesar 24,63 μg/mL. Terdapat perbedaan signifikan
aktivitas sitotoksik dalam menghambat pertumbuhan sel kanker T47D antara
pelarut etanol 70%, etanol 96% dan aquadest.
Kata kunci: daun salam muda, sel T47D, perbedaan jenis pelarut ekstraksi


Ketersediaan
#
Perpustakan Fakultas Farmasi 600
FF000450
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Digital & Cetak
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
600
Penerbit
: ., 2024
Deskripsi Fisik
84 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
19105011041
Klasifikasi
600
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Prodi Ilmu Farmasi
Fakultas Farmasi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

File Karya Ilmiah
  • Perbedaan Jenis Pelarut Ekstraksi Terhadap Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha Wight) Muda Pada Sel Kanker Payudara T47D
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

e-Skripsi, Thesis, & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Opening Hours
Monday - Saturday :
Open : 08.00 AM
Close : 19.00 PM

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Modified by Perpus UWH
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Agama Islam
  • Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Farmasi
  • Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
  • Fakultas Ekonomi
  • Pascasarjana
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?