Text
Peran Guru Pai Dalam Membentuk Karakter Religius Melalui Pembiasaan Sholat Dhuha Siswa Sma Nu 05 Brangsong Kendal
Kata Kunci : Guru PAI, Karakter Religius, Sholat Dhuha
Karakter Religius adalah Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata
karakter adalah tabiat; sifat-sifat kejiwaan,akhlak atau budi pekerti yang
membedakan seseorang dengan yang lain.
1
Karakter Religius dapat diartikan
sebagai sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang
dianut, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan
pemeluk agama lain. Imam Al Gazali menyatakan bahwa akhlak adalah perangai
yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa
mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.
Tujuan dari penelitian ini adalah ( 1 ) untuk mengetahui peran guru PAI
dalam membentuk karakter religius siswa melalui sholat dhuha ( 2 ) untuk
mengetahui faktor pendukung dan penghambat mengenai peranan guru PAI dalam
membentuk karakter religius melalui pembiasaan sholat dhuha siswa di SMA NU
05 Brangsong Kendal. Adapun metode penelitian adalah dengan menggunakan
jenis penelitian lapangan, Yang mana dengan cara metode ceramah, metode
keteladanan, metode Nasehat, metode hukuman dan penghargaan dan metode
pembiasaan. Dari hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ( 1 ) peran guru PAI
dalam membentuk karakter religius melalui pembiasaan sholat dhuha siswa SMA
NU 05 Brangsong Kendal sangatlah penting dan dominan membentuk karakter
religius siswa.(2 ) Peran guru dalam memberikan teladan,bimbingan serta nasihat
sangat mengena bagi siswa dalam pembentukan karakter. ( 3 ) Peran Guru didalam
sekolah mampu menjadi creator dan perencana pembentukan karakter yang baik. (
4 ) Peran guru dalam pendorong akal sehat siswa telah mampu mengarahkan
pembentukan karakter siswa didalam kehidupan sehari – hari di sekolah, di rumah
serta di masyarakat.
Adapun faktor pendukung dan penghambat mengenai peranan guru PAI
dalam membentuk karakter religius melalui pembiasaan sholat dhuha siswa SMA
NU 05 Brangsong Kendal adalah adanya pelajaran Shalat fardhu berjamaah dan
shalat sunah Dhuha dengan ketersediaan masjid sebagai tempat ibadah shalat dan
guru PAI berwawasan luas tentang Pendidikan agama islam. Adapun faktor
penghambatnya adalah perbedaan karakteristik siswa, latar belakang keluarga yang
kurang perhatian terhadap Pendidikan keagamaan di rumah.
Tidak tersedia versi lain