Text
Peran Guru Agama Islam Dalam Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik Melalui Metode Keteladanan Di Sekolah Inklusi Sd Suryo Bimo Kresno Ngaliyan Semarang
Kata Kunci : Peran Guru, Akhlakul Karimah, Keteladanan, Inklusi
Peran guru PAI merupakan panutan, teladan utama yang menjadi pedoman
dalam akhlakul karimah bagi peserta didiknya. Guru PAI memiliki kemampuan
khusus, seperti halnya kemampuan untuk mengendalikan diri, lingkungannya,
berinteraksi dengan baik dan tentu mempunyai ilmu pengetahuan yang luas. Karena
peran guru sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan demonstrator
harus mampu memberikan pengaruh terhadap lingkungan di SD Suryo bimo
Kresno Ngaliyan Semarang terkhusus pada peserta didik berkebutuhan khusus.
Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mengetahui peran guru PAI dalam
membentuk akhlakul karimah melalui metode keteladanan di sekolah inklusi SD
Suryo Bimo Kresno Ngaliyan Semarang. (2) Mengetahui faktor pendukung,
penghambat, dan solusi dalam membentuk akhlakul karimah peserta didik melalui
metode keteladanan di sekolah inklusi SD Suryo Bimo Kresno Ngaliyan Semarang.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif
(field research). Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan
sekunder. Metode pengumpulan data adalah wawancara (interview), pengamatan
(observasi), dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yang digunakan
yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran guru PAI telah menerapkan
metode keteladanan dalam membentuk akhlakul karimah di sekolah inklusi SD
Suryo Bimo Kresno ngaliyan Semarang yaitu berupa mengucap salam, berbicara
yang sopan, saling tolong-menolong, membaca doa sebelum pelajaran, dan adanya
solat dzuhur berjamaah. Peran guru dalam membentuk akhlakul karimah peserta
didik melalui berbagai hal, yaitu dengan memberi pengertian, pengetahuan,
membimbing, mengarahkan dan mencontohkan. (2) faktor pendukung bahwa di SD
Suryo Bimo Kresno Ngaliyan Semarang memberikan lingkungan Pendidikan yang
baik dari fasilitas sarana prasarana maupun tenaga pendidik yang professional.
Sedangkan faktor penghambat yaitu minimnya media pembelajaran dan
karakteristik anak berkebutuhan khusus (ABK) seperti tunagrahita, down
syndrome, dan autis dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik.
Tidak tersedia versi lain