Text
Peran Tokoh Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Religius Pada Masyarakat Desa Baran Kabupaten Klaten
Kata Kunci: Tokoh Agama Islam dan Karakter Religius
Peran seorang kiai di lingkungan masyarakat diantaranya memberikan
tausih (berdakwa) di dalam majlis-majlis, Melaksanakan amar ma’ruf nahi
munkar, Memberikan contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat,
memberikan solusi bagi persoalan-persoalan masyarakat, menjadi pemimipin
doa dalam kegiatan selamatan dalam suatu hajatan di desa Baran Kecamatan
Cawas Kabupaten Klaten, namun seorang kiai tidak dapat menyentuh kalangan
rejama atau pemuda desa Baran yang sering kali nongkrong-nongkrong untuk
dapat menyampaikan tausiah atau nasehat untuk menjadi masyarakat yang
religious dan melakukan kegiatan positif karena kiai tidak dapat berbaur dengan
kalangan pemuda biasanya seorang kiai merasa lebih alim, identik dengan sosok
yang sudah tua dan sosok kiai ini hanya ada satu di desa Baran sehingga tidak
dapat merangkul semua kalangan disebabkan kesibukanya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research ) . Penelitian ini
dilakukan di Desa Baran Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten. Metode
pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode
analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisa kualitatif data yang
diperoleh dapat difahami dengan mudah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Peran Tokoh Agama Islam
Dalam Membentuk Karakter Religius Pada Masyarakat Desa Baran Kabupaten
Klaten, Ulama atau kiai yang disebut juga dengan tokoh agama mempunyai
peran sangat penting dalam membentuk karakter religius melalui dakwah,
perilaku, dan hubungan sosial. Peranan dalam dakwah menginformasikan bahwa
karakter nabi Muhammad SAW sebagai orang yang kita imani kenabian dan
kerasulannya yang tertulis dalam Alquran akan kemulyaan ahlakanya sehingga
sebagai suri tauladan bagi umat Islam seluruh dunia. (2) Dampak tokoh agama
dalam membentuk karakter religius desa Baran Klaten masyarakat mengikuti
anjuran dari dakwah ulamanya secara berkesinambungan, masyarakat
membantu satu sama lain seperti halnya berbagi hasil tani, saking tolong
menolong sesama masyarakatnya, mengikuti dan mematuhi perangkat desa
sebagai pemimpinnya, gotong royong dalam mengembangkan desa.
Tidak tersedia versi lain