Text
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Bahaya Resistensi Antibiotik Dengan Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter Pada Remaja Di Sma N 1 Gebog Kudus
Latar Belakang : Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Masyarakat beranggapan bahwa semua penyakit infeksi dapat diobati dengan antibiotik, sehingga penggunaan antibiotik semakin meningkat. Perilaku penggunaan antibiotik secara irasional dapat menyebabkan resistensi antibotik karena bakteri akan berevolusi dan berhenti merespon obat. Sehingga infeksi menjadi lebih sulit disembuhkan dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit, penyakit serius dan kematian. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan tentang bahaya resistensi antibiotik dengan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter pada remaja di SMA N 1 Gebog Kudus. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis hipotesis asosiatif yang bersifat korelasional. Jenis penelitian dalam karya tulis ilmiah ini menggunakan observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui pengisian kuesioner.
Hasil : Responden pada penelitian ini mayoritas masuk ke dalam kategori pengetahuan kurang baik sebesar 70 responden (76,1%) dan penggunaan antibiotik tanpa resep dalam kategori kurang baik sebesar 44 responden (47,8%) . Pada uji korelasi spearman didapatkan nilai p = 0,592 dan r = -0,057. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan tentang bahaya resistensi dengan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter pada remaja di SMA N 1 Gebog Kudus.
Tidak tersedia versi lain