e-Skripsi, Thesis, & Disertasi

UPT Perpustakaan Unwahas

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Uji Efek Hepatoprotektor Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb.) Terhadap Kadar Sgpt Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol
Penanda Bagikan

Text

Uji Efek Hepatoprotektor Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb.) Terhadap Kadar Sgpt Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol

Wajkhah Khoerunisa - Mahasiswa; dr. Sri Mastuti, M.Biomed - Pembimbing I;

Latar Belakang: Parasetamol dosis tinggi memiliki peranan dalam merusak sel hepar pada tikus dan dapat menyebabkan terjadinya reaksi rantai radikal bebas. Cara untuk mengidentifikasi kerusakkan hepar dengan tes faal hepar dengan mengukur kadar SGPT. Temulawak bersifat hepatoprotektor karena memiliki berbagai kandungan senyawa, komponen yang bertindak sebagai antioksidan antara lain flavonoid, fenol dan kurkumin. Tujuan: Mengkaji potensi hepatoprotektif ekstrak temulawak terhadap kadar SGPT pada tikus yang diinduksi parasetamol. Metode: Penelitian ekperimental dengan rancangan Post Test Only Control Group Design ini menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur wistar, yang dibagi menjadi 4 kelompok. K(-), K(+), KP1 ekstrak temulawak dosis 1.500 mg/KgBB dan KP2 dosis 2.000 mg/KgBB diberi perlakuan selama 13 hari (p.o). Selanjutnya, hari ke 14 dilakukan pengukuran kadar SGPT. Hasil: Pada uji Post-Hoc LSD terdapat perbedaan bermakna (p=0,000) antara kelompok K(+) dengan K1, kelompok negatif (K-) dan kelompok positiif (K+) nilai p = 0,030, kelompok K1 dengan K2 (p=0,002) Kesimpulan: Pemberian ekstrak temulawak dosis 1.500 mg/KgBB dibandingkan kelompok positif, rerata kadar SGPT lebih rendah dan signifikan, sedangkan dosis 2.000 mg/KgBB dapat juga lebih rendah kadar SGPT nya namun tidak bermakna secara statistik.


Ketersediaan
#
Perpustakaan Pusat 500
S02181S
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
500
Penerbit
: ., 2024
Deskripsi Fisik
92 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
500
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Prodi Kedokteran
Fakultas Kedokteran
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

File Karya Ilmiah
  • Uji Efek Hepatoprotektor Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb.) Terhadap Kadar Sgpt Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

e-Skripsi, Thesis, & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Opening Hours
Monday - Saturday :
Open : 08.00 AM
Close : 19.00 PM

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Modified by Perpus UWH
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Agama Islam
  • Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Farmasi
  • Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
  • Fakultas Ekonomi
  • Pascasarjana
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?