Text
Uji Efek Hepatoprotektor Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb.) Terhadap Kadar Sgpt Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol
Latar Belakang: Parasetamol dosis tinggi memiliki peranan dalam merusak sel hepar pada tikus dan dapat menyebabkan terjadinya reaksi rantai radikal bebas. Cara untuk mengidentifikasi kerusakkan hepar dengan tes faal hepar dengan mengukur kadar SGPT. Temulawak bersifat hepatoprotektor karena memiliki berbagai kandungan senyawa, komponen yang bertindak sebagai antioksidan antara lain flavonoid, fenol dan kurkumin. Tujuan: Mengkaji potensi hepatoprotektif ekstrak temulawak terhadap kadar SGPT pada tikus yang diinduksi parasetamol. Metode: Penelitian ekperimental dengan rancangan Post Test Only Control Group Design ini menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur wistar, yang dibagi menjadi 4 kelompok. K(-), K(+), KP1 ekstrak temulawak dosis 1.500 mg/KgBB dan KP2 dosis 2.000 mg/KgBB diberi perlakuan selama 13 hari (p.o). Selanjutnya, hari ke 14 dilakukan pengukuran kadar SGPT. Hasil: Pada uji Post-Hoc LSD terdapat perbedaan bermakna (p=0,000) antara kelompok K(+) dengan K1, kelompok negatif (K-) dan kelompok positiif (K+) nilai p = 0,030, kelompok K1 dengan K2 (p=0,002) Kesimpulan: Pemberian ekstrak temulawak dosis 1.500 mg/KgBB dibandingkan kelompok positif, rerata kadar SGPT lebih rendah dan signifikan, sedangkan dosis 2.000 mg/KgBB dapat juga lebih rendah kadar SGPT nya namun tidak bermakna secara statistik.
Tidak tersedia versi lain