Text
Pengembangan Media Permainan Monopoli Pembelajaran Fikih (Mojafi) Pada Materi Salat Jum’at Dan Salat Sunah Di Kelas IV MI Permata Belia
Media pembelajaran sangat penting untuk peserta didik madrasah ibtidaiyah yang rata – rata masih berusia 7-12 tahun, dimana rentan usia tersebut memasuki tahap operasional konkret atau nyata, artinya didalam proses pembelajaran peserta didik memerlukan media pembelajaran yang dapat memudahkan untuk berpikir dan memahami pelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kebutuhan, kevalidan, dan keefektifan media pembelajaran fiqih (mojafi) pada materi salat jum’at dan salat sunah di kelas IV MI Permata Belia. Model pengembangan media pembelajaran yang digunakan adalah model ADDIE yang dikembangkan oleh Robert Maribe Brach yang mempunyai 5 tahapan, yaitu (A)nalysis, (D)esign, (D)evelopment, (I)mplementation, and (E)valuation. Analisis kebutuhan media menurut guru dan peserta didik adalah membutuhkan media permainan yang berbentuk monopoli pembelajaran yang menjelaskan tentang salat jum’at dan salat sunah. Kevalidan materi permainan mojafi berdasarkan hasil penilaian validator ahli materi dengan persentase 96% atau sangat valid. Kevalidan media permainan mojafi berdasarkan hasil penilaian validator ahli media dengan persentase 84% atau sangat valid. Kefektifan mendapatkan hasil nilai rata-rata pre-test 58,71 dan post-test 89,63. Berdasarkan perhitungan menggunakan uji normalitas sampel bedistribusi normal, t-test Sig. (2-tailed) 0,00 dan Uji N-Gain diperoleh hasil rata-rata sebesar 0,76 dengan persentase sebesar 76% sehingga masuk pada kategori efektif dan Respon peserta didik memperoleh hasil sebesar 88% masuk pada kategori sangat baik.
Tidak tersedia versi lain