Text
Pengaruh Beban Kerja, Ketidakamanan Kerja Dan Burnout Terhadap Turnover Intention (Studi Empiris Pada Karyawan Konveksi Ghina Fashion Wilalung)
Turnover intention berdampak negatif bagi organisasi karena menciptakan ketidakstabilan terhadap kondisi tenaga kerja, menurunnya produktifitas karyawan, suasana kerja yang tidak kondusif dan juga berdampak pada meningkatnya biaya sumber daya manusia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh beban kerja, ketidakamanan kerja, burnout dan turnover intention. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer (kuesioner). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, sedangkan ketidakamanan kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap turnover intention dan burnout berpengaruh tidak signifikan terhadap turnover intention pada tingkat signifikan kurang dari 0,05 atau 5%. Secara simultan, beban kerja, ketidakamanan kerja dan burnout berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Nilai koefisien determinasi (R Square) adalah 0.562 . Hal ini berarti 56.2 % turnover intention dapat dijelaskan oleh variabel beban kerja, ketidakamanan kerja dan burnout. Sedangkan 43.8% turnover intention dapat dijelaskan dari variabel lain yang tidak digunakan di penelitian ini.
Tidak tersedia versi lain