Text
Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Beras Organik di Paguyuban Petani Al-Barokah Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang
Gaya hidup sehat atau kembali ke alam (back to nature) telah menjadi tren baru masyarakat. Beras organik merupakan beras yang dihasilkan menggunakan proses organik tanpa menggunakan bahan kimia dari awal. Pemasaran beras organik saat ini masih belum terkoordinir dengan baik sampai saat ini. Beras organik dapat dikatakan sebagai beras eksklusif, artinya beras organik tidak dijual di sembarang tempat, melainkan perlu cara pemasaran khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi saluran pemasaran beras organik di Paguyuban Petani Al-Barokah di Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Metode penentuan sampel responden produsen menggunakan metode snowball sampling, pedagang menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan beras organik tersebut memiliki 4 saluran pemasaran yaitu pemasaran I petani → agen → konsumen, saluran pemasaran II petani → agen → pengecer → konsumen akhir, saluran pemasaran III petani → agen → pedagang besar → konsumen akhir dan saluran pemasaran IV petani → agen → pedagang besar → pengecer → konsumen akhir. Semua saluran pemasaran beras organik memiliki margin pemasaran yang efisien yaitu 50%.
Tidak tersedia versi lain