Text
Analisis NPV, Net B/C, Dan IRR Pada Usaha Tani Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Desa Pengkol Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan
Hortikultura sebagai salah satu subsektor pertanian yang menempati urutan kedua setelah tanaman pangan dalam struktur pembentukan produk domestic bruto (PDB) sektor pertanian. Salah satu subsektor hortikultura unggulan yang menjadi komoditas unggulan di Indonesia adalah bawang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai NPV, Net B/C, dan IRR usahatani bawang merah di Desa Pengkol Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisa melalui pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan diantaranya yaitu perhitungan NPV, Net B/C, dan IRR. Hasil analisis penelitian ini penerimaan petani bawang merah varietas brebes dimana petani memiliki penghasilan rata-rata Rp. 36.283.333,- varietas bauji sebesar Rp. 40.029.167,- dan varietas thailand Rp. 32.937.500,-. Hasil analisis NPV, Net B/C, Dan IRR menggunakan suku bunga 12% yang berlaku pada tahun 2023 di Simpedes Bank Rakyat Indonesia. Hasil nilai NPV varietas brebes sebesar Rp 10.173.366,-, varietas bauji sebesar Rp 38.942.728,-, varietas thailand Rp 36.492.001,- dapat disimpulkan bahwa nilai NPV > 0 maka usaha tani bawang merah layak di usahakan. Nilai Net B/C varietas brebes sebesar 2,33, varietas bauji 2,35, dan varietas thailand sebesar 2,51 dapat disimpulkan bahwa nilai Net B/C > 1 maka usaha tani bawang merah layak di usahakan.. Hasil nilai IRR varietas brebes sebesar 62,1% , varietas bauji sebesar 55,5%, dan varietas Thailand sebesar 76,3% dapat disimpulkan bahwa nilai IRR > suku bunga pinjaman maka usaha tani bawang merah layak di usahakan.
Tidak tersedia versi lain