Text
Identifikasi Potensi Subsektor Tanaman Pangan Tiap Kecamatan Di Kabupaten Boyolali
Di Kabupaten Boyolali Pembangunan sektor pertanian menjadi hal yang penting dalam pembangunan perekonomian, perekonomian tiap kecamatan di Kabupaten Boyolali salah satunya didukung oleh subsektor tanaman pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi komoditas tanaman pangan yang menjadi komoditas unggulan, komoditas yang tetap basis dimasa yang akan datang, komoditas yang dominan baik pertumbuhan maupun kontribusinya sehingga harus mendapat prioritas dalam pembangunan dan pengelompokan komoditas tanaman pangan menurut struktur pertumbuhan dan tingkat pembangunan pada tiap kecamatan di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari BPS Kabupaten Boyolali. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Shift Share Analisis dan Tipologi Klassen. Analisis Location Quotient menunjukkan bahwa dari 22 Kecamatan di Kabupaten Boyolali, tercatat KecamatanWonosamudro dan Klego yang paling banyak memiliki komoditas unggulan. Analisis Dynamic Location Quotient menunjukkan komoditas yang akan tetap basis dimasa yang akan datang paling banyak yaitu komoditas ubi kayu terdapat di 8 Kecamatan dan kacang tanah terdapat di 6 Kecamatan. Analisis Sheft Share menunjukkan komoditas yang dominan baik pertumbuhan maupun kontribusinya sehingga harus mendapat prioritas dalam pembangunan wilayah paling banyak adalah komoditas padi sebanyak 8 kecamatan. Sedangkan kecamatan yang banyak memiliki komoditas dominan hanya terdapat 2 komoditas saja antara lain kecamatan Musuk, Tamansari,Ngemplak, Klego, Andong dan Kemusu. Analisis Tipologi Klassen menunjukkan bahwa Komoditas ubi kayu menjadi komoditas andalan di 8 Kecamatan, antara lain Ampel, Musuk, Boyolali, Mojosongo, Tamansari, Gladagsari, Klego dan Kemusu
Tidak tersedia versi lain