Text
Analisis Redaman Fiber Optik Terhadap Jaringan FTTH Menggunakan Metode Power Link Budget Di STO Genuk
Perkembangan dari sebuah jaringan fiber optik saat ini telah menghasilkan kurang dari 20 decibels (dB)/km. dengan bandwidth yang lebih besar sehingga kemampuan dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingkan menggunakan kabel konvensional. jaringan fiber optik juga memiliki kelemahan yaitu sangat riskan terjadi gangguan yang diakibatkan oleh kelebihan daya optik yang menyebabkan turunnya kualitas internet. oleh karena itu maka diperlukan sebuah analisis menggunakan metode power link budget yang bertujuan untuk menganalisa jaringan fiber optik dengan cara menghitung penguatan dan redaman dari semua parameter yang dibutuhkan sehingga mendapatkan jaringan yang optimal. perhitungan dilakukan berdasarkan standarisasi ITU-T G.984 dan juga peraturan yang diterapkan oleh PT. Telkom Akses, yaitu jarak tidak lebih dari 20 km dan redaman total tidak boleh lebih dari -28 dBm. dari hasil pengukuran di jaringan ODC-GNK FAF mendapatkan daya terima sebesar 04,84 dBm dan daya keluaran sampai di ONT sebesar -28,22 dBm. setelah dilakukan optimasi jaringan dengan penambahan sebuah GPON Outdoor dan penggantian Passive Splitter, hasil dari perhitungan mendapatkan redaman sebesar -16,69 dBm, sedangkan dari hasil pengukuran mendapatkan redaman sebesar -21,13 dBm, selisih sekitar -4,44 dBm antara perhitungan dan pengukuran. dengan jarak kabel dari ODC-GNK-FAF ke STO sejauh 12,88 km. maka sejauh apapun panjang jaringan kabel fiber optik selama tidak lebih dari 20 km dari perangkat OLT dan tidak ada kendala kabel bending maka jaringan tersebut dapat terkoneksi dengan baik dan stabil sampai ke user.
Tidak tersedia versi lain