Text
Analisis Pengaruh Temperatur Annealing Terhadap Sifat Mekanik Hasil Cetak 3D Print Polimer ABS
Dunia industri manufaktur saat ini sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat, salah satunya didukung oleh teknologi Fused Deposition Modeling (FDM), yaitu sebuah teknologi yang membentuk objek 3D dengan cara melelehkan meterial lalu di tempatkan lapis demi lapis sehingga membentuk sebuah objek yang diinginkan. Jenis material yang digunakan FDM adalah thermoplastic berbentuk filament. ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) adalah polimer dari hasil minyak bumi yang bersifat thermoplastic, penggunaan material ini juga tidak kalah populer dari filamen PLA (polylactic acid) karena filamen ABS ini tersedia dalam berbagai macam warna yang membuatnya populer dikalangan pengguna printer 3D sehingga objek yang dihasilkan akan lebih menarik. Namun ada beberapa keterbatasan dengan metode ini, antara lain permukaan akhir produk yang kasar serta kekuatan mekaniknya yang rendah. Selain dengan memperbaiki parameter saat-proses, peningkatan kekuatan mekanik dapat dilakukan dengan melakukan variasi parameter pasca-proses. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan variasi temperatur annealing pada hasil cetak 3D. Setelah dicetak, spesimen diannealing pada temperatur 100°C, 110°C, dan 120°C selama 60 menit lalu didinginkan secara perlahan hingga mencapai temperatur ruangan. Selanjutnya dilakukan pengamatan deformasi ukuran, pengujian kekerasan dan uji tarik. Berdasarkan hasil pengujian hasil kekerasan dan kekuatan tarik terbaik didapatkan pada temperatur anil 120°C, dimana terjadi kenaikan kekuatan tarik 17,54% dan kekerasan 26,56%. Hasil ini menunjukkan bahwa proses perlakuan panas annealing mempengaruhi kekerasan dan kuat tarik ABS yang dapat ditingkatkan dengan penggunaan parameter suhu dan waktu tahan yang tepat untuk menghindari perubahan dimensi.
Tidak tersedia versi lain