Text
Monitoring Efek Samping Obat Kemoterapi Pada Pasien Kanker Payudara Di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang
Kemoterapi salah satu pengobatan kanker payudara menggunakan obat sitostatika yang dapat berpotensi menimbulkan resiko efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pola pengobatan dan profil efek samping obat kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang.
Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan desain penelitian cross- sectional melalui wawancara pasien dan penelusuran data rekam medis bulan Juli- Agustus. Pengambilan sampel digunakan non-probability yaitu purposive dan didapatkan 27 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif.
Pola regimen kemoterapi yang digunakan ada 2 yaitu kombinasi dosetaksel, doksorubisin, fluorourasil (52%) dan kombinasi dosetaksel, epirubisin, fluorourasil (48%) dengan dosis underdose (100%). Obat premedikasi yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi deksametason, difenhidramin. omeprazole, ondansetron (59%). Obat paska kemoterapi yang paling banyak digunakan yaitu ondansetron (59%). Efek samping yang paling banyak dialami yaitu mual muntah dan alopecia (100%). Regimen docetaksel, doksorubisin. fluorourasil mengalami efek samping paling banyak yaitu mual muntah (52%), alopecia (52%) dan regimen docetaksel. epirubisin. fluorourasi mengalami efek samping paling banyak yaitu mual muntah (49%), anemia (52%). Penilaian kausalitas efek samping kemoterapi pada pasien menggunakan algoritma naranjo dikategorikan probable (100%).
Tidak tersedia versi lain