Text
Efek Proteksi Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Kadar SGOT dan SGPT Tikus yang Diinduksi Parasetamol
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental randomized pre and post- test control group design. Uji efek proteksi dilakukan terhadap 25 ekor tikus yang diinduksi parasetamol (500 mg/kgBB) secara peroral. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok I sebagai kontrol yang diberikan CMC-Na 0,5%, kelompok II sebagai kontrol hepatotoksik (parasetamol 500 mg/kgBB) selama 7 hari secara peroral (p.o), kelompok III, IV, dan V berturut-turut diberikan dosis ekstrak etanol kulit buah alpukat 200, 400, 600 mg/kgBB selama 14 hari (p.o). Pengukuran kadar SGOT dan SGPT dilakukan sebanyak tiga kali pada hari ke 8 sebelum perlakuan, hari ke 16 setelah induksi parasetamol, dan hari ke 31 setelah pemberikan EEKBA. Data pengukuran kadar SGOT dan SGPT serta dianalisis statistik menggunakan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney.
Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa EEKBA mengandung flavonoid, fenolik, tanin dan saponin. Efek proteksi EEKBA ditentukan melalui nilai SGOT dan SGPT menggunakan analisis uji beda yang sebelumnya telah dilakukan uji prasyarat parametrik. EEKBA dikatakan mampu menurunkan kadar SGOT dan SGPT dalam serum darah tikus yang diinduksi parasetamol, dengan dosis paling efektif adalah 200 mg/kgBB.
Tidak tersedia versi lain