Text
Aktivitas Antioksidan, Penetapan Kadar Fenolik Total dan Tanin Daun Seledri (Apium graveolens L.) serta Profil Pengelompokannya dengan Kemometrika
Daun seledri di ekstraksi dengan metode maserasi selama 5 hari menggunakan pelarut etanol 96%. Maserat diuapkan dengan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Penetapan kadar senyawa fenolik total dan tanin menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu dengan pembanding asam galat dan asam tanat. Data yang diperoleh selanjutnya dikelompokkan dengan aplikasi Minitab kemudian dianalisis menggunakan teknik kemometrika dengan metode Principal Component Analysis (PCA) dan Cluster Analysis (CA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun seledri dari berbagai tempat tumbuh memiliki nilai IC50, kadar fenolik dan tanin yang berbeda-beda. Daerah yang memiliki nilai IC50 sangat kuat yaitu Selomerto dengan nilai 39,544 µg/mL, sedangkan daerah yang memiliki nilai IC50 kuat yaitu Kaliangkrik dengan nilai 81,066 µg/mL. Daerah yang memiliki kadar fenolik dan tanin yang paling tinggi yaitu Selomerto dengan nilai 100,648 mgGAE/g dan 98,407 mgTAE/g. Hasil analisis kemometrika terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok 1 Selomerto dan Batur, kelompok 2 Sumowono dan Bandungan, kelompok 3 Getasan dan Kaliangkrik.
Tidak tersedia versi lain