Text
Aktivitas Antioksidan dan Penetapan Kadar Flavonoid dan Tanin Total Ekstrak Etanol 96% Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) serta Profil Pengelompokannya dengan Kemometrika
Daun kemangi diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak etanol daun kemangi selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C, penetapan kadar flavonoid total menggunakan pembanding kuersetin, dan penetapan kadar tanin menggunakan pembanding asam tanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kemangi memiliki nilai IC50, kadar flavonoid total dan tanin secara berturut-turut dari berbagai tempat tumbuh yaitu Klaten yaitu 149,85 ± 0,11 ppm; 3,58 ± 0,06 mgQE/g dan 23,45 ± 0,1 mgTAE/g. Kudus 165,36 ± 0,34 ppm; 6,93 ± 0,12 mgQE/g dan 17,06 ± 0,1 mgTAE/g. Pekalongan 128,53 ± 0,14 ppm; 9,5 ± 0,32 mgQE/g dan 23,44 ± 0,2 mgTAE/g. Bandungan 61,60 ± 0,08 ppm; 16,16 ± 0,09 mgQE/g dan 26,5 ± 0,25 mgTAE/g. Banjarnegara 56,26 ± 0,07 ppm; 18,56 ± 0,13 mgQE/g dan 42,75 ± 0,5 mgTAE/g. Magelang 70,19 ± 0,24 ppm; 11,14 ± 0,32 mgQE/g dan 23,41 ± 0,62 mgTAE/g. Pengelompokkan dengan metode PCA dan CA terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari Klaten, Kudus, dan Pekalongan; kelompok kedua terdiri dari Bandungan dan Magelang serta kelompok ketiga yaitu Banjarnegara.
Tidak tersedia versi lain