e-Skripsi, Thesis, & Disertasi

UPT Perpustakaan Unwahas

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan galur Wistar yang Diinduksi oleh Parasetamol
Penanda Bagikan

Text

Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan galur Wistar yang Diinduksi oleh Parasetamol

Yusuf Faqih Perdana - Mahasiswa; apt. Junvidya Herowati, M.P.H - Pembimbing I;

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas ekstrak etanol biji alpukat terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi parasetamol. Penelitian dilakukan secara true experimental design posttest-controlled group pada 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kelompok perlakuan CMC Na 0,5%, kelompok II sebagai kontrol hepatotoksik (CMC Na 0,5% dan parasetamol 2000 mg/kgBB), kelompok III-V berturut-turut diberikan dosis ekstrak etanol biji alpukat (EEBA) sebesar 200, 400, dan 600 mg/kgBB selama 14 hari. Kelompok II-V diberikan induksi parasetamol 2000 mg/kgBB 2 jam setelah perlakuan pada hari ke-14. Adanya senyawa metabolit sekunder diketahui melalui skrining fitokimia.
Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan EEBA memiliki kandungan senyawa fenolik, tanin, saponin, flavonoid, dan alkaloid. Senyawa tersebut merupakan agen antioksidan. Efektivitas EEBA ditentukan melalui nilai SGOT- SGPT menggunakan analisis uji beda yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat parametrik, dan dosis paling efektif sebagai hepatoprotektor ditentukan melalui regresi linier. Hasil analisis menunjukkan EEBA mampu menurunkan kadar SGOT dan SGPT dalam serum darah tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi oleh parasetamol, dengan persamaan regresi linier menunjukkan dosis paling efektif adalah 200 mg/kgBB. Dapat disimpulkan EEBA dapat disebut sebagai agen hepatoprotektor.


Ketersediaan
#
Perpustakaan Pusat 600
S01766S
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
600
Penerbit
: ., 2024
Deskripsi Fisik
63 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
600
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Prodi Ilmu Farmasi
Fakultas Farmasi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

File Karya Ilmiah
  • Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan galur Wistar yang Diinduksi oleh Parasetamol
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

e-Skripsi, Thesis, & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Opening Hours
Monday - Saturday :
Open : 08.00 AM
Close : 19.00 PM

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Modified by Perpus UWH
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Agama Islam
  • Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Farmasi
  • Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
  • Fakultas Ekonomi
  • Pascasarjana
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?