Text
Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap Kadar SGPT Tikus Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Parasetamol
Penggunaan parasetamol secara berlebih atau pemakaian jangka panjang dapat mengakibatkan kerusakan hepar. Daun melinjo memiliki potensi sebagai hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektif ekstrak etanol daun melinjo (EEDM) terhadap kadar SGPT tikus jantan galur wistar yang diinduksi parasetamol. Penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized matched pre test and post test control group. EEDM dibuat menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal; kontrol positif (Curcumin 200 mg/kgBB); kontrol negatif (CMC Na 0,5% 25 mL/kgBB); EEDM 250 mg/kgBB; EEDM 500 mg/kgBB; EEDM 750 mg/kgBB. Suspensi uji diberikan secara per oral selama 14 hari. Parasetamol diberikan pada hari ke-12 setelah 1 jam perlakuan (kecuali kontrol normal). Kemudian, pemberian ekstrak dilanjutkan hingga hari ke-14. Pengambilan sampel serum darah dilakukan pada hari ke-0 dan ke-15 untuk dilakukan pengukuran kadar SGPT. Persentase penurunan kadar SGPT ditentukan secara statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Rata-rata persentase penurunan kadar SGPT EEDM 250, 500, dan 750 mg/kgBB berturut-turut adalah 0,31; 0,46; 0,47. Seluruh persentase penurunan kadar SGPT tersebut lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kontrol negatif (P
Tidak tersedia versi lain