Text
Karakterisasi Dan Uji Aktivitas Antifungi Isolat Jamur Endofit Daun Kepel (Stelechocarpus Burahol (Blume) Hook. F. & Thomson) Terhadap Candida Albicans
Jamur endofit yang tumbuh di dalam sel tumbuhan dapat membantu inangnya mengahasilkan metabolit sekunder jamur endofit mampu memproduksi senyawa metabolit sekunder yng sama dengan inangnya. Daun kepel mengandung metabolit sekunder yaitu senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berfungsi sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat jamur endofit yang diambil dari daun kepel memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans.
Metode yang digunakan adalah tanam langsung pada media Potato dextrosa Agar dan Chloramphenicol (PDAC) dengan sterilisasi pada permukaan daun kepel menggunakan etanol 70% dan larutan Natrium Hipoclorit (NaOCI) 5,25%. Karakterisasi pada isolat jamur endofit dilakukan dengan metode mikroskopik dan makroskopik. Untuk mengetahui fase stasioner dilakukan pengamatan pada pertumbuhan diameter jamur endofit. Aktivitas antifungi dilakukan dengan Agar Plug. Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan pengamatan adanya zona hambat disekitar Agar Plug
Hasil penelitian diperoleh jamur endofit daun kepel menunjukan fase stasioner pada jamur endofit daun kepel terjadi pada hari ke enam hingga ke tujuh. Karakteristik jamur endotit daun kepel adalah berwarna putih, berbentuk bulat, dan memiliki tekstur seperti kapas secara makroskopis terlihat adanya spora dan hifa bersekat. Uji aktivitas antifungi menunjukkan isolat jamur endofit daun kepel (Stelechocarpus barahol (Blume) Hook F & Thomson) tidak memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans.
Tidak tersedia versi lain