Text
Pengaruh Kuat Arus Elektroplating Terhadap Laju Korosi Elektroda Generator Gas HHO
Pada saat ini, menipisnya persediaan energi yang tersedia dibutuhkan inovasi sebagai energi alternatif yang dapat mengurangi pemanfaaatan energi fosil dengan cara salah satunya adalah penggunaan bahan bakar hidrogen (H2). Untuk memperoleh gas hidrogen dapat dilakukan dengan cara memecah senyawa air (H2O) menjadi gas hidrogen hidrogen oksigen (HHO) atau Brown’s Gas melalui proses elektrolisis. Elektrolisis pada dasarnya dilakukan mengalirkan arus listrik searah (DC) kedalam air melalui dua buah elektroda yaitu anoda dan katoda kemudian air dicampur dengan cairan elektrolit yang berfungsi sebagai katalis. Elektroda yang dipilih sebagai penghantar arus harusnya memiliki konduktivitas yang baik dan relatif terjangkau contohnya tembaga. Tembaga merupakan logam yang memiliki konduktivitas dan ketahanan korosi yang baik tetapi pada kondisi dimana terdapat bahan pengkorosifnya maka tembaga akan teroksidasi dan lama kelamaan konduktivitasnya akan menurun. Mengacu pada kerugian tersebut, salah satu pengendalian yang dapat dilakukan sebagai elektoda adalah elektroplating. Elektroplating merupakan proses pelapisan logam dengan menggunakan arus listrik dan senyawa kimia tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapis. Logam yang digunakan mempunyai korositas rendah dikondisi tersebut adalah nikel. Nikel mempunyai tahan terhadap panas, tahan korosi, tidak rusak oleh air laut dan alkali. Dari permasalahan korosi yang terjadi pada elektroda gas HHO secara umum dapat disimpulkan bahwa elektroplating dapat meningkat kegunaan tembaga yang akan dilapisi sehingga oksidasi yang terjadi pada elektroda akan berkurang. Pada proses gas HHO peneliti akan melakukan uji korosi dan elektroplating nikel pada elektroda tembaga serta membandingkan tembaga murni dan tembaga plating.
Tidak tersedia versi lain