Text
Pengaruh Budaya Organisasi Dan Pengalaman Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan (Studi Pada PT. Phapros Tbk Semarang)
Industri manufaktur dinilai lebih produktif dan bisa memberikan efek secara luas sehingga mampu memperbanyak tenaga kerja, menghasilkan sumber devisa terbesar, serta penyumbang pajak dan bea cukai terbesar. Banyak perusahaan manufaktur di Indonesia seperti halnya perusahaan manufaktur di Jawa Tengah. Perusahaan-perusahaan manufaktur kini mengalami pertumbuhan yang didukung dengan budaya organisasi dan pengalaman kerja guna menilai sikap setia atau loyalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan pengalaman kerja dan pengalaman kerja terhadap loyalitas karyawan pada PT. Phapros Tbk, Semarang, dengan responden berjumlah 80 orang. Pengumpulan data dengan cara penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa (H1) budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan. Hal ini dibuktikan dengan hasil tersebut t hitung 3,183 > t tabel 1,99 atau p < 0,05 (0,002< 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. (H2) pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan. Hal ini dibuktikan dengan t hitung (2,058) dengan probabilitas signifikan 0,043. Berdasarkan hasil tersebut t hitung 2,058 > t tabel 1,99 atau p > 0,05 (0,043 > 0,05). (H3) budaya organisadi dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan. Dibuktikan hasil F hitung > F tabel (13,999 > 3,11), maka H0 ditolak dan Ha diterima dengan tingkat probabilitas signifikan 0,000. Berdasarkan hasil tersebut maka p < 0,05 (0,000 < 0.05).
Tidak tersedia versi lain