e-Skripsi, Thesis, & Disertasi

UPT Perpustakaan Unwahas

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Standardisasi Parameter Spesifik Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) Pada Dua Tempat Tumbuh
Penanda Bagikan

Text

Standardisasi Parameter Spesifik Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) Pada Dua Tempat Tumbuh

Arinta Dewi Nurani - Mahasiswa; apt. Maria Ulfah, S.Farm., M.Sc - Pembimbing I;

Daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) adalah tumbuhan obat yang mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, fenol, tanin dan saponin yang mempunyai aktivitas sebagai antimikroba, antijamur, antihipertensi, antihiperglikemik, antitumor, antikanker, anti-inflamasi, antidiare, serta peluruh kalsium batu ginjal. Kandungan senyawa aktif dalam tumbuhan dapat dipengaruhi oleh tempat tumbuh. Hasil tumbuhan obat dapat berbentuk ekstrak, harus terjamin khasiat dan mutu serta keamanannya dengan standarisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk standardisasi parameter spesifik daun kelor dari dua tempat tumbuh. Ekstrak daun kelor diekstraksi dan diuji menggunakan metode ultrasonik dengan pelarut etanol 70%. Parameter spesifik meliputi, identitas ekstrak. organoleptik ekstrak, senyawa larut air dan etanol, serta identifikasi kandungan kimia. Kemudian senyawa larut air dan etanol dianalisis data menggunakan t-test independent.

Hasil standarisasi parameter spesifik antara lain identitas ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) bagian yang digunakan daun, organoleptik ekstrak (kental, warna hijau kehitaman, bau spesifik, dan rasa pahit), dengan kadar senyawa yang larut dalam air daerah jepara 7.33% ± 0,66 sedangkan daerah gunungpati 19,33% ± 1,88, larut dalam etanol daerah jepara 6,66% ± 0,94 sedangkan daerah gunungpati 17.33% ±4.98, senyawa kimia yang terkandung (flavonoid, alkaloid, tanin, fenol, saponin), pola kromatogram flavonoid (Rf 0.933), pola kromatogram alkaloid (Rf 0,926) dan pola kromatogram fenolik (Rf 0,912). Kesimpulan ekstrak daun kelor pada dua tempat tumbuh memenuhi standardisasi parameter spesifik.

Kata Kunci: Standardisasi. Ekstrak daun kelor. Parameter spesifik, Tempat tumbuh.


Ketersediaan
#
Perpustakaan Pusat 600
S01634S
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
600
Penerbit
: ., 2019
Deskripsi Fisik
77 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
600
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Prodi Ilmu Farmasi
Fakultas Farmasi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

File Karya Ilmiah
  • Standardisasi Parameter Spesifik Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) Pada Dua Tempat Tumbuh
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

e-Skripsi, Thesis, & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Opening Hours
Monday - Saturday :
Open : 08.00 AM
Close : 19.00 PM

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Modified by Perpus UWH
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Agama Islam
  • Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Farmasi
  • Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
  • Fakultas Ekonomi
  • Pascasarjana
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?