Text
Karakteristik Fisika Dan Kimia Tablet Parasetamol Dengan Bahan Pengikat Tepung Ampas Kelapa (Cocos Nucifera L.)
Tepung ampas kelapa mengandung galaktomanan yang dapat mengembang membentuk gel dalam air dan menjadi massa yang lengket, sehingga dapat digunakan sebagai pengikat tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung ampas kelapa sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik dan kimia tablet parasetamol.
Tablet parasetamol dibuat dengan variasi konsentrasi 7,5% (Fl), 10% (FII); 12.5% (FIII) dan 15% (FIV) dengan metode granulasi basah menggunakan tepung ampas kelapa sebagai bahan pengikat. Hasil granul kering yang diperoleh diuji sifat fisiknya meliputi waktu alir, sudut diam dan indeks pengetapan. Campuran homogeny granul kering dan bahan pelicin dikempa menjadi tablet menggunakan single punch. Tablet yang diperoleh diuji sifat fisik meliputi keseragaman bobor. kekerasan kerapuhan, waktu hancur. Kemudian diuji sifat kimia meliputi kadar zat aktif serta disolusi. Data yang diperoleh dari uji disolusi tablet dianalisis menggunakan kruskal wallis.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kenaikan konsentrasi tepung ampas kelapa berpengaruh terhadap waktu alir yang semakin singkat, sudut diam semakin kecil dan indeks pengetapan semakin kecil. Kenaikan konsentrasi tepung ampas kelapa juga berpengaruh terhadap kekerasan yang semakin besar. kerapuhan yang makin kecil dan waktu hancur yang semakin lama Hasil uji sifat kimia diperoleh hasil bahwa kadar parasetamol dalam tablet memenuhi persyaratan sedangkan untuk disolusinya menghasilkan jumlah zat aktif terlarut sebesar FI 58.69% FII 55.6%. FIII 57,35% dan FIV 55.49% Hasil uji statistik diperoleh nilai F sebesar 0,147 yang menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar formula
Kata kunci: Ampas Kelapa, Bahan Pengikat, Galaktomanan, Tablet Parasetamol.
Tidak tersedia versi lain