Text
Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Fikih Kebangsaan Dalam Menumbuhκαν Karakter Cinta Tanah Air (Studi Di Madrasah Aliyah Al Asror Kota Semarang)
Rumusan masalah dalam penelitian ini secara eksplisit adalah untuk menjawab bagaimana upaya madrasah dalam menumbuhkan cinta tanah air melalui sebuah inovasi kurikulum. Secara implisit membahas tentang latar belakang munculnya konsep kurikulum PAI berbasis fikih kebangsaan dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air di MA Al Asror kota Semarang, inovasi kurikulum kurikulum PAI berbasis fikih kebangsaan dan implikasinya dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air.
Hasil temuan menunjukkan bahwa latar belakang munculnya inovasi kurikulum PAI berbasis fikih kebangsaan di MA Al Asror adalah: (1) adanya problematika kurikulum lama, (2) merebaknya paham radikalisme, (3) strategi penerapan fikih kebangsaan. Penyebab utamanya adalah perubahan kurikulum, kemudian dilakukan pengkajian untuk dapat membentengi peserta didik dari paham radikal dengan penerapan fikih kebangsaan sebagai solusi. Inovasi kurikulum PAI berbasis fikih kebangsaan menjadi sebuah keputusan kebijakan madrasah melalui beberapa tahap, yaitu: (1) pengetahuan (knowledge), (2) bujukan (persuation), (3) pengambilan keputusan (decision making). (4) implementasi (implementation), dan (5) konfirmasi (confirmation).
Kemudian implikasi dari inovasi kurikulum PAI ini adalah penguatan nilai- nilai ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah dalam kehidupan sehari-hari yang dimanifestasikan kedalam fikih kebangsaan dan diupayakan untuk menumbuhkan karakter cinta tanah air melalui: (1) amaliyah kehidupan akademik, (2) pembelajaran dan (3) muatan lokal. 'Amaliyah kehidupan akademik diperinci menjadi tiga program, yaitu: (a) program harian, diantaranya mengaji rutin yang dibimbing oleh santri-santri senior pondok pesantren, muroja'ah dan setoran hafalan ayat bagi yang mengikutiprogram tahfidz dan shalat Dluhur berjama'ah dilanjutkan membaca yasin dan tahlil, (b) program mingguan, diantaranya shalat Dluha bersama-sama dan pembacaan Maulid setiap hari senin. (c) program bulanan, diantaranya kegiatan Jum'at Kliwon (shalat Dluha, ziarah ke makam pendiri dan khataman al Qur'an) dan Istighosah, do'a bersama setiap Selasa Kliwon. Disamping itu, nilai-nilai karakter yang tercakup dalam fikih kebangsaan itu meliputi: religius (religious), toleransi (tolerance), demokratis (democratic). nasionalisme atau semangat kebangsaan (spirit of nationality), cinta tanah air (love the homeland), dan cinta damai (love peace) diintegrasikan ke dalam empat komponen pembelajaran PAI, yaitu tujuan pembelajaran. materi pembelajaran, pengalaman belajar, dan evaluasi pembelajaran.
Tidak tersedia versi lain