Text
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) (Studi Kasus Desa Genting Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang)
Jamur tiram merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi pengembangan bagus, karena banyak diminati oleh para konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi, tingkat penerimaan, pendapatan serta tingkat kelayakan usaha budidaya jamur tiram putih di Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi ditentukan dengan metode purposive sampling, dan penentuan sampel responden dengan metode sensus. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dengan wawancara, pencatatan, observasi dan kuesioner. Hasil penelitian dalam satu kali produksi didapatkan bahwa biaya usaha budidaya jamur tiram dengan luas lahan rata-rata 209 m² dengan jumlah baglog 14.813 baglog sebesar Rp 24.573.532, rata-rata penerimaan adalah sebesar Rp 30.879.000. pendapatan sebesar Rp 6.305.468. Break Even point (BEP) atas dasar unit sebesar 2.730 kg dan Break Even Point (BEP) atas dasar harga sebesar Rp.7.162 /kg jamur tiram. Usaha Budidaya Jamur Tiram yang dijalankan layak untuk diusahakan, dapat ditunjukkan dengan R/C sebesar 1.26.
Tidak tersedia versi lain