Text
Implementasi Metode Dzikir Asmaul Husna Dalam Upaya Pembentukan Karakter Disiplin Santri Di Pondok Pesantren Bani Umar Al Karim Petekan Kaliwungu Kendal
Banyaknya kejadian pelanggaran yang seharusnya tidak dilakukan di dalam dunia pendidikan. Dalam pendidikan Islam, pembentukan karakter disiplin memiliki peran sangat penting untuk mencegah perbuatan yang menyimpang dan pelanggaran didalam ajaran Islam. Langkah awal mencetak generasi bangsa yang disiplin dalam hal apapun salah satunya dapat melalui kegiatan metode dzikir Asmaul Husna. Pondok Pesantren Bani Umar Al Karim Petekan Kaliwungu menerapkan metode dzikir Asmaul Husna sebagai pembiasaan yang dilaksanakan secara rutin setiap pagi setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah dimushola, guna untuk membentuk karakter disiplin santri. Fokus pada penelitian ini adalah (1) Implementasi metode dzikir Asmaul Husna sebagai upaya pembentukan karakter disiplin santri Pondok Pesantren Bani Umar Al Karim Petekan Kaliwungu. Kendal. (2) Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan Asmaul Husna dalam upaya pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Bani Umar Al Karim Petekan Kaliwungu Kendal. (3) Solusi faktor penghambat. Tujuan pada penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi metode dzikir Asmaul Husna sebagai upaya pembentukan karakter disiplin santri Pondok Pesantren Bani Umar Al Karim Petekan Kaliwungu. Kendal. (2) Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan Asmaul Husna dalam upaya pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Bani Umar Al Karim Petekan Kaliwungu Kendal. (3) Untuk mendiskripsikan solusi faktor penghambat dalam pelaksanaan Asmaul Husna dalam upaya pembentukan karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Bani Umar Al Karim Petekan Kaliwungu Kendal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dan menggunakan pendekatan kualitatif . Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Simpulan penelitian ini adalah: (1) Pelaksanaan metode dzikir Asmaul Husna dipagi hari setelah santri melaksanakan sholat subuh berjamaah dimushola. (2) Faktor pendukung adalah adanya semngat dan ikhlas kyai dan ustadz untuk membimbing santri, adanya kesadaran santri, adanya fasilitas yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya antusias santri mengikuti pelaksanaan metode dzikir Asmaul Husna, hilangnya panduan Asmaul Husna, kurangnya pengawasan ustadz yang ketat terhadap santri. Solusi bagi santri yang masih belum bisa untuk disiplin maka perlu sekali bagi kyai atau ustadz untuk selalu meberikan motivasi dan bimbingan serta binaan khusus terhadap santri tersebut.
Tidak tersedia versi lain