Text
Rantai Nilai Komoditas Baby Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) di PT. Bumi Sari Lestari
Kegiatan penasaran baby buncis dalam sebuah perusahaan perlu adanya keunggulan kompetitif dan efesiensi untuk bertahan dalam bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas yang terbentuk dalam rantai nilai. manajemen rantai nilai, margin yang terbentuk pada masing-masing pelaku rantai nilai, dan memahami strategi upgrading dalam meningkatkan pemasaran komoditas baby buncis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakanadalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini meliputi petani mitra baby buncis, pengumpul kecil, pengumpul besar, pedagang besar, pedagang pengecer, konsumen dan karyawan PT. Bumi Sari Lestari. Metode analisis data yang digunakan adalah value chain analysis dengan tahapan mulai dari aktivitas rantai nilai, entrypoint, value chain mapping, manajemen rantai nilai, mendiskripsikan marjin setiap lembaga pemasaran, dan upgrading rantai nilai dengan menggunakan analisis hirarki proses (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ditingkat petani yaitu pengolahan lahan. pemupukan, penanaman, perawatan, pemetikan, sortasi, penyetoran, dan penjualan baby buncis. Aktivitas pada pengumpul kecil terdiri dari penerimaan, penimbangan, pencatatan, pengemasan, pembelian, dan penjualan: Kegiatan pengumpul besar terdiri dari distribusi, penimbangan, pencatatan, sortasi. penanganan pascapanen, pengemasan, pembelian, dan penjualan baby buncis, Pedagang besar melakukan kegiatan pembelian, penjualan, penimbangan, dan pengemasan. Sedangkan pedagang pengecer terbentuk kegiatan pembelian, penjualan, penimbangan, dan pengemasan baby buncis. Manajemen rantai nilai perlu diperbaiki mulai dari perencanaan, pengadaan bahan, produksi, distribusi, dan pengembalian sesuai aktivitas yang terjadi pada masing-masing lembaga. Terdapat 4 saluran pemasaran yang terbentuk, dengan margin terbesar Rp. 19.000 berada pada pola saluran 1 karena memiliki harga beli yang tinggi, pola saluran 1 efektif dibandingkan pola lainnya, (petani mitra pengumpul kecil-pengumpul besar importir-konsumen. PT. Bumi Sari Lestari perlu membangun citra positif dan kepercayaan buyer melalui pemenuhan permintaan produk baby buncis yang bermutu tinggi dengan harga yang mampu bersaing dengan pesaing untuk mempertahankan posisi, buyer, dan meningkatkan permintaan.
Tidak tersedia versi lain