Text
Pengaruh Gelling Agent Karbopol Dalam Gel Antiseptik Tangan Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Terhadap Sifat Fisika Kimia Dan Antibakteri Staphylococcus Aureus
Daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) mengandung senyawa saponin, tannin dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai agen antibakteri sehingga dibuatlah sediaan gel antiseptik tangan supaya lebih praktis. Sediaan gel menggunakan karbopol 940 sebagai gelling agent karena memiliki sifat mengiritasi yang sangat rendah pada penggunaannya yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi karbopol 940 terhadap sifat fisik gel antiseptik tangan ekstrak etanol daun rambutan dan mengetahui aktivitas antibakterinya.
Daun rambutan di maserasi menggunakan n-heksan kemudian diekstraksi secara ultrasomk menggunakan etanol 70%, dan dilakukan uji pendahuluan ekstrak untuk mengetahui aktivitas antibakterinya. Gel ekstrak etanol daun rambutan dibuat menjadi 3 formula dengan variasi konsentrasi karbopol 940 FI 0.50%, FII 0,75%, dan FIII 1,00%. Tiap formula diuji organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebat, daya lekat, pH dan efektivitas sediaan dengan metode swab Hasil uji organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif. sedangkan viskositas, daya sebar, daya lekat dan pH dianalisis menggunakan regresi linier Efektivitas antibakteri gel ekstrak etanol daun rambutan dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fl. FIL, dan FIII berwarna coklat. aroma khas daun rambutan, berbentuk kental (hanya Fl yang berbentuk agak kental) dan homogen Peningkatan konsentrasi karbopol dalam sediaan gel dapat bepengaruh yaitu meningkatan viskositas dan daya lekat namun menurunkan daya sebar dan pH. Hasil uji membuktikan bahwa semua formula gel antiseptik tangan dengan basis karbopol 940 mempunyai aktivitas antibakteri
Kata kunci: daun rambutan, karbopol 940, gel antiseptik tangan, antibakteri.
Tidak tersedia versi lain