Text
Aktivitas Penghambatan Tirosinase Ekstrak N-Heksan Kulit Ari Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Secara In Vitro
Hiperpigmentasi adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh peningkatan jumlah sintesis melanin, yang dapat dicegah dengan senyawa alkaloid dan terpenoid. Kulit ari kacang tanah mengandung alkaloid dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambat tirosinase ekstrak n-heksan kulit ari kacang tanah (Arachis hypogaea L.) secara in vitro, serta apakah aktivitasnya lebih baik daripada asam kojik yang telah sering digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain postest only matched control grup. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi dengan cairan penyari n-heksan. Ekstrak dibuat seri konsentrasi 25, 50, 75 µg/mL. Kontrol positif yang digunakan adalah asam kojik dengan konsentrasi 50 µg/mL dan DMSO 5% sebagai kontrol negatif. Uji aktivitas penghambat tirosinase menggunakan substrat L-DOPA dan dihitung serapannya menggunakan microplate reader pada 1.492 nm. Aktivitas penghambat tirosinase dilihat dari nilai inhibisi. Data inhibisi dianalisa menggunakan uji One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan kulit ari kacang tanah konsentrasi 25, 50, 75 µg/ml. memiliki aktivitas penghambat tirosinase sebesar 12.44%, 28.82%,39,82%, namun tidak lebih baik dari asam kojik (78.19%).
Kata kunci: N-heksan, kulit ari kacang tanah, inhibitor tirosinase.
Tidak tersedia versi lain