Text
Perbandingan Aktivitas Sitotoksik Fraksi N-Heksan Ekstrak Etanol Daging Biji Kluwak (Pangium Edule R.) Dengan Metode Ekstraksi Maserasi Dan Ultrasonik Terhadap Sel Kanker Payudara T47d
Kegagalan pengobatan terapi kanker mendorong pengembangan obat antikanker dari bahan alam Kluwak mengandung senyawa tokoferol dan tokotrienol yang diduga memiliki aktivitas antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi bahan alam berupa daging biji kluwak sebagai agen sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D serta membuktikan bahwa ekstraksi ultrasonik memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih baik dibandingkan dengan metode maserasi.
Ekstraksi serbuk daging biji kluwak dilakukan dengan metode maserasi dan ultrasonik menggunakan larutan penyari etanol 70%. Sari yang didapatkan dipekatkan dengan rotary evaporator. Dilanjutkan proses fraksinasi menggunakan pelarut n- heksan. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan MTT assay menggunakan lima peringkat kadar yaitu 250, 300, 400, 500 dan 750 µg/ml dengan parameter ICso yang menunjukkan konsentrasi larutan uji menyebabkan kematian 50% populasi sel ICso dianalisis menggunakan regresi linier. Perbandingan metode ekstraksi terhadap aktivitas sitotoksik dianalisis menggunakan SPSS dengan One Way ANOVA
Fraksi n- heksan ekstrak etanol daging biji kłuwak dengan metode ekstraksi maserası dan ultrasonik terbukti memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dengan nilai ICs sebesar 664 µg/ml dan 461.75 µg/ml Fraksi n- heksan ekstrak etanol daging bij kłuwak dengan metode ultrasonik memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih besar dibandingkan dengan metode maserasi
Kata kunci: Kluwak, Maserasi, Ultrasonik, T47D
Tidak tersedia versi lain