Text
Analisis Kelayakan Usaha Pembesaran Lele (Claris Sp) Di Desa Mlilir Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Saat Pandemi Covid-19
Ikan lele (Clarias sp) menjadi salah satu komoditi hasil perikanan yang sangat digemari oleh masyarakat, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya penerimaan dan pendapatan, BEP harga dan unit serta kelayakan usaha ditinjau dari segi RC ratio usahatani pembesaran lele di Desa Mlilir Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Teknik penentuan sampel responden dilakukan dengan cara metode sensus. Metode sensus merupakan metode penyelidikan dan wawancara lengkap, artinya semua individu yang ada dalam populasi dilakukan penyelidikan dan wawancara sebagai responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter usaha pemebesaran lele di Desa Mlilir Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut: Total rata-rata penerimaan dengan kolam lebih dari 10 sebesar Rp.295.000.000-, dengan rata-rata total biaya sebesar Rp.140.950.000-, sehingga rata-rata pendapatan petani yang diperoleh sebesar Rp.142.052.677-, sedangkan kolam kurang dari 10 diperoleh penerimaan rata-rata sebesar Rp.63.716.667-, dengan rata-rata total biaya Rp.33.648.051-, sehingga rata-rata total pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.28.279.752-,. Nilai rata–rata BEP (Break Event Point) unit petani pembesaran ikan lele pada kolam lebih dari 10 sebesar 10.068/Kg, Sedangkan dari petani pembesaran ikan lele dengan kolam kurang dari 10 sebesar 2.353/Kg. Sedangkan nilai rata–rata BEP harga petani pembesaran ikan lele pada kolam lebih dari 10 sebesar Rp. 6.861. Sedangkan dari petani pembesaran ikan lele dengan kolam lebih dari 10 sebesar Rp. 7.558. Nilai rata- rata RC ratio petani pembesaran lele dengan kolam lebih dari 10 sebesar 1,98. Sedangkan rata- rata RC ratio petani pembesaran lele dengan kolam kurang dari 10 sebesar 1,61. Jadi usaha pembesaran ikan lele di Desa Mlilir Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang layak diusahakan dengan nilai R/C >1.
Tidak tersedia versi lain