Text
Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Melalui Metode Takrir Di SMP Takhasus Plus Al Mardliyah Desa Magelung Kaliwungu Kendal
Latar belakang penelitian ini didasari atas pembelajaran agama Islam (PAI) yang kurang efektif. Guru hanya menggunakan satu metode yang monoton dalam proses pembelajaran yaitu metode Jibril. Metode Jibril merupakan taqlid (imitas), dimana siswa menitu apa yang dibacakan gurunya. Kendala inilah yang dianggap oleh guru sebagai rintangan dan untuk termotivasi menemukan metode yang baru dalam menghafal Al-Qur’an. Guru berpikir bahwa kiranya metode seperti yang dapat membantu siswa dalam menghafal Al-Qur’an.”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PAI dalam meningkatkan hafalan Qur’an siswa mengguakan metode Takrir di SMP Takhasus Plus Al Mardliyah Desa Magelung Kaliwungu-Kendal. Lokasi penelitina ini di SMP Takhasus Plus Al Mardliyah Desa Magelung Kaliwungu-Kendal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan guru dalam peran membantu hafalan Qur’an siswa melalui beberapa tindakan, yaitu memberikan motivasi yang maksimal untuk siswa; (b) guru PAI sebagai pembimbinh langsung; (c) guru PAI menyusun strategi pengulangan ganda; (d) guru PAI menyusun strategi dengan tidak beralih pada ayat selanjutnya; (e) guru PAI membantu siswa dengang menggunakan penanda takrir, (f) guru PAI membantu siswa dengan menggunakan satu jenis mushaf; (g) guru PAI membantu siswa untuk memperhatikan ayat-ayat yang serupa Adapun faktor pendukungnya dalam hafalan siswa di SMP Takhasus Pluas Al Mardliyah Desa Magelung Kaliwungu-Kendal ialah (a) motivasi diri sendiri; (b) motivasi sepenuhnya oleh orang tua; (c) guru PAI/pembina/ustaz/ustazah; (d) tempat menghafal; (e) teman yang baik; sedangkan faktor penghambatnya ialah (a) kemampuan tidak sama; (b) alokasi waktu yang kurang maksimal, dan (c) munculnya rasa males.
Tidak tersedia versi lain