Text
Internalisasi Nilai Tawakal Pada Komunitas Tari Sufi (Studi Kasus Di Rumah Cinta Pondok Pesantren Al Ishlah Tembalang Semarang)
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya sebuah kasus di mana seseorang yang sangat senang sekali melakukan tari sufi dan dia dapat menikmati setiap gerakannnya menjadikan kualitas tawakal pada dirinya semakin meningkat. Penelitian ini dilakukan di Rumah Cinta Pondok Pesantren Al Ishlah yang didirikan pada tahun 1990 dan masih eksis hingga sekarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta ditunjang oleh studi kepustakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi internalisasi nilai tawakal pada tari sufi dan juga agar dapat mengetahui manfaat internalisasi nilai tawakal bagi kehidupan penari sufi. Adapun hasil dari internalisasi nilai tawakal pada komunitas tari sufi terkait dengan strategi internalisasi nilai tawakal adalah dengan diterapkannya sebuah proses dalam aktivitas tari sufi yang diiringi dengan musik religi, seperti sholawat dan pujian terhadap Tuhan dengan strategi ceramah, pembiasan, keteladanan, dan nasihat. Hasil analisis manfaat internalisasi nilai tawakal pada komunitas tari sufi adalah adanya perubahan dimensi keyakinan dalam diri penari atau anggota komunitas tari sufi, diantaranya dapat dirasakan dari adanya ketenangan jiwa yang dirasakan setelah mengikuti berbagai proses internalisasi nilai tawakal. Perasaan lebih dekat dengan Allah SWT, mental penari menjadi lebih terbentuk, emosi penari menjadi lebih mudah diatur, dan penari menjadi yakin bahwa segala sesuatu atas kehendak- Nya. Sedangkan perubahan perilaku yang terlihat pada penari setelah mengikuti tari sufi diantaranya yaitu penari sufi menjadi lebih berani tampil didepan umum, rajin mengikuti majlis sholawat dan zikir, mau berusaha dan bekerja disertai rasa tawakal kepada Allah, dan menjadi pribadi yang mau mengalah dan bertanggungjawab atas apa yang diperbuat.
Tidak tersedia versi lain