Text
Etika Guru Dalam Pendidikan Agama Islam Menurut Kh. Hasyim Asy’ari Dalam Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim Serta Relevansinya Dengan Kode Etik Guru Di Indonesia
Banyaknya fenomena guruyang kurang bahkan menyimpang dari kode etikanya. Padahal seorang guru harus menjadi pribadi yang dapat dicontoh budi pekertinya sekaligus dijadikan panutan segala pendapat dan tutur katanya oleh peserta didik dan masyarakat. Untuk memenuhi tuntutan kualitas etika guru KH. Hasyim Asy’ari telah memberikan kontribusi pemikiran yang dapat ditiru oleh seorang guru. Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka tujuan masalah dari penelitian ini adalah (1). Untuk mendeskripsikan pemikiran KH. Hasyim Asy’ari tentang etika guru dalam pendidikan Islam. (2). Untuk mendeskripsikan relevansi etikaguru dalam pendidikan Islam menurut KH.Hasyim Asy’ari dengan kode etik guru didindonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif adapun jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kepustakaan atau sering disebut library reseach. Penelitian ini dilaksanakan dengan bertumpu pada data-data kepustakaan yaitu dengan mengkaji tentang etika guru menurut KH. Hasyim Asy’ari, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode content analysis atau analisis isi. Peneliti menyimpulkan (1) Etika yang harus dimiliki guru menurut KH. Hasyim, yaitu bersikap muraqabah kepada Allah, sakinah, sebagai penasehat dan pembimbing, melaksanakan syariat Islam, memanfaatkan waktu luang untuk beribadah dan menyusun karya tulis, tidak menjadikan ilmu media mencari tujuan duniawi, mendahulukan materi yang penting serta mengajar dengan memperhatikan karakteristik dari masing-masing peserta didiknya, menyayangi semua murid dan memperbaiki niat untuk mencari ridha Allah. (2) Relevansi etika guru menurut KH. Hasyim Asy’ari terhadap kode etikguru didindonesia, yaitu memiliki relevansi baik etika guru terhadap dirinya sendiri, etika guru ketika akan mengajar dan etika guru terhadap murid.
Tidak tersedia versi lain