Text
Implementasi Pembelajaran Pai Melalui Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Praktik Ibadah Pada Materi Thaharah Siswa Kelas Vii Smp Negeri 24 Semarang Tahun Ajaran 2022/2023
Peneliti menyadari bahwa kemampuan pemahaman siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi thaharah masih rendah sehingga mempengaruhi nilai hasil belajar, kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran diantaranya ditandai dengan: 1) Peserta didik ketika belajar tidak memeperhatikan apa yang disampaikan guru; 2) Proses pembelajaran tidak aktif; 3) Nilai mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menurun; 4) sulit pada materi praktik Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui implementasi metode demonstrasi pada pembelajaran PAI materi thaharah pada siswa kelas VII di SMP N 24 Semarang; 2) Mengetahui implementasi metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan pemahaman peserta didik pada pembelajaran PAI materi thaharah pada siswa kelas VII di SMP N 24 Semarang. Metode penelitian yang digunakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) metode PTK ini meliputi beberapa tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, tes, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi metode demonstrasi pada pembelajaran PAI materi thaharah pada siswa kelas VII di SMP N 24 Semarang dimulai dengan membuat persiapan untuk pembelajaran dan perencanaan pembelajaran yakni kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup penerapan metode ini menunjukkan hubungan aktif antara guru dengan siswa di dalam kelas baik secara individual maupun secara kelompok serta siswa mampu memahami materi yang disampaikan dan dapat diaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari; 2) Implementasi metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan pemahaman pada pembelajaran PAI materi thaharah pada siswa kelas VII di SMP N 24 Semarang hal ini dibuktikan dengan nilai hasil belajar yang signifikan, diketahui dari data kegiatan siklus I mencapai nilai hasil belajar siswa sebesar 59,37% sedangkan siklus II meningkat sebesar 87,5% Hal ini dilihat dari presentase ketuntasan belajar klasikal, yaitu dari data awal atau pra siklus sebesar 37,5%. Dengan demikian penerapan metode demonstrasi sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman siswa.
Tidak tersedia versi lain