Text
Penerapan Nilai-Nilai Toleransi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas Xi Di Smk Harapan Mulya Brangsong Kendal Tahun 2023
Toleransi antar umat beragama berpangkal dari penghayatan ajaran agama masing-masing. Demi menjaga kerukunan beragama, sikap toleransi harus diterapkan untuk menghindari permasalahan. Esensi toleransi terletak pada sikap kita yang adil, jujur, objektif, dan membolehkan orang lain memiliki pendapat, praktik, ras, agama, nasionalisme, dan hal-hal lain yang berbeda dari pendapat, praktik, ras, agama, kebangsaan, dan kesukubangsaan (etsinitas) kita. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah, 1). Bagaimana penerapan nilai- nilai toleransi kelas XI di SMK Harapan Mulya Brangsong Kendal. 2). Bagaimana bentuk nilai-nilai toleransi Kelas XI di SMK Harapan Mulya Brangsong Kendal. 3). Faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam penerapan nilai-nilai toleransi Kelas XI di SMK Harapan Mulya Brangsong Kendal. Jenis penelitian di SMK Harapan Mulya ini menggunakan penelitian lapangan dan pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian dari skripsi ini yaitu Penerapan Nilai-Nilai Toleransi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI di SMK Harapan Mulya Brangsong Kendal Tahun 2023 berdasarkan data yang dikumpulkan dan hasil analisis yang dikemukakan pada bab-bab sebelumnya menunjukkan bahwa 1). Penyampaian pentingnya toleransi, memberikan kebebasan dalam belajar, dan mengacu pada buku LKS. 2). Nilai-nilai toleransi yang ada di kelas XI SMK Harapan Mulya : menerima perbedaan, menghargai orang lain, menghormati keyakinan orang laian, dan membiarkan atau tidak memaksakan keinginan. Faktor pendukung : Tanpa dipaksa telah memiliki rasa toleransi kepada sesama, penyampaian Guru dalam pembelajaran, tersedianya fasilitas ibadah (Masjid). Faktor penghambat : tidak adanya Guru Pendidikan Agama untuk peserta didik non-islam, dan tidak adanya fasilitas ibadah untuk peserta didik non-islam. Solusi dari faktor penghambat tidak adanya Guru Pendidikan Agama untuk peserta didik non-islam, solusi yang disimpulkan penulis adalah sebaiknya SMK Harapan Mulya merekrut guru Pendidikan Agama yang lain agar peserta didik yang non-islam dapat nyaman belajar sesuai agamanya masing-masing dan ketika ujian bisa menerima soal ujian dari guru yang mengajarnya agar materi yang diajarkan sesuai dengan soal yang diberikan. Dan solusi untuk faktor penghambat tidak adanya fasilitas ibadah untuk peserta didik non-islam, solusi yang disimpulkan adalah sebaiknya guru memfasilitasi peserta didik non-islam tempat untuk beribadah walaupun hanya di kelas tetapi kelas tersebut dibuat khusus untuk mereka yang beragama non-islam. Agar mereka dapat nyaman beribadah sesuai tempat ibadahnya.
Tidak tersedia versi lain