Text
Peran Guru Pendidikan Agama Islam (Pai) Dalam Pengembangan Kecerdasan Emosional Peserta Didik Kelas Viii Smp Negeri 01 Nusawungu Kab. Cilacap
Guru mempunyai peran yang snagat besar terhadap keberhasilan siswa dalam belajar, tidak hanya itu juga, guru juga mempeunyai peran yang sangat fundamental dalam membentuk kecerdasan emosional siswa. Karena dalam proses belajar mengajar, kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki dan tertanam kuat dalam diri siswa setelah proses belajar mengajar adalah kemampuan intelektual, sikap, dan bertindak. Oleh karena itu penting bagi guru untuk mengembangkan kecerdasan emosional siswa sehingga dapat dijadikan siswa itu sendiri dalam bertindak sehari-hari. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peran guru pendidikan agama islam dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa di SMP Negeri 01 Nusawungu ? (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa di SMP Negeri 01 Nusawungu ? (3) Apa solusi guru pendidikan agama islam dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa SMP Negeri 01 Nusawungu ?. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian di SMP Negeri 01 Nusawungu ini menunjukkan bahwa (1) Peran guru pendidikan agama islam di SMP Negeri 01 Nusawungu , yaitu : Pengajar, korektor, inspiratory, informator, organisator, motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, demonstrator, pengelola kelas, mediator, supervisor, dan evaluator. (2) Faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa di SMP Negeri 01 Nusawungu, yaitu adanya kerja keras dari guru, adanya kesadaran dan kemauan dari siswa, adanya tata tertib, adanya kerja sama antara kepala sekolah dengan orang tua, adanya fasilitas sekolah yang memadai. Faktor penghambat yang dialami guru pendidikan agama islam, yaitu kurangnya pengawasan dari orang tua, siswa tidak mentaati tata tertib sekolah, siswa malas mengikuti kegiatan sekolah, adanya pergaulan teman yang kurang baik, kurangnya pengawasan langsung dari kepala sekolah. (3) Solusi guru pendiidkan agama islam, yaitu melakukan pendekatan individu, memberikan motivasi, memberikan teladan yang baik.
Tidak tersedia versi lain