Text
Keefektifan Model Pembelajaran Bamboo Dancing Berbantu Media Kartu Pintar Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Pada Mata Pelajaran Ipa Siswa Kelas Iv Mi Al-Wathoniyyah 01
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah kurang optimalnya proses pembelajaran dalam melatih kemampuan berfikir kritis pada pembelajaran IPA sehingga membuat hasil belajar siswa mata pelajaran IPA masih dibawah KKM 65. Dari media yang ada belum mampu menunjang proses pembelajaran. Siswa belum berani mengutarakan pendapatnya, hal ini dapat dilihat pada saat proses pembelajaran siswa belum berani bertanya dan apabila diberikan pertanyaan siswa hanya diam. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran Bamboo Dancing berbantu media kartu pintar efektif terhadap kemampuan berfikir kritis pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Wanusobo Jepara ? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keefektifan Bamboo Dancing berbantu media kartu pintar terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SDN Wanusobo Jepara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pre- Experimental Design dengan desain One-group Pretest-Posttest Design. Pretest dilakukan sebelum menggunakan perlakuan model Bamboo Dancing sedangkan posttest digunakan setelah mendapat perlakuan menggunakan model Bambbo Dancing. Populasi penelitian ini seluruh siswa SDN Wanusobo. Sampel yang diambil adalah 24 siswa kelas IV dengan menggunakan sampling jenuh. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes, dokumentasi, wawancara, dan observasi. Berdasarkan analisis hasil uji ketuntasan belajar menunjukkan bahwa kemampuan berfikir kritis yang menggunakan model Bamboo Dancing berbantu media kartu pintar mencapai presentase klasikal sebesar 91,6%. Nilai rata-rata posttest 84,75 dan kriteria ketuntasan minimum (KKM) 65, diperoleh thitung 24,39 dengan n = 24, ttabel 2,06, sehingga hasil perhitungan thitung > ttabel 24,39 > 2,06, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kemampuan berfikir kritis siswa pada nilai posttest lebih baik dari nilai pretest. Hasil nilai rata-rata posttest 84,75 sedangkan hasil nilai rata-rata pretest 61,16. Hal ini berarti terdapat peningkatan. Selanjutnya perhitungan dilanjutkan dengan menggunakan uji banding. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh thitung > ttabel yaitu 6,41 > 2,02. Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajkaran IPA materi gaya pada posttest lebih baik dari pada pretest.
Tidak tersedia versi lain