Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized matched pre and post test control group. Ekstraksi daun kedondong dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji toksisitas menggunakan metode fixed dose, terdiri atas 2 tahap uji yaitu uji pendahuluan dan uji utama. Uji pendahuluan dilakukan dengan pemberian EEDK dosis 300 mg/kg BB, dos…
Ekstrak etanol daun kedondong (Spondias dulcis) memiliki berbagai aktivitas farmakologi yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat tradisional, sebelum produk obat diedarkan harus diuji toksisitasnya untuk menjamin keamanan produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala ketoksikan akut dan kisaran LD50 ekstrak etanol daun kedondong (EEDK) pada mencit Balb/c.