Asam fenofibrat diindikasikan sebagai antihiperlipidemia yang memiliki kelarutan yang rendah dan permeabilitas tinggi sehingga termasuk BCS kelas II dan obat wajib uji bioekivalensi. Teknik likuisolid digunakan untuk meningkatkan kelarutan dan disolusi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sifat fisik dan profil disolusi tablet likuisolid asam fenofibrat dengan pelarut PEG 400 dan pemb…
Asam fenofibrat merupakan obat golongan fibrat yang digunakan sebagai antihiperlipidemia. Berdasarkan kelarutannya dalam gastrointestinal asam fenofibrat termasuk Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yaitu obat kelarutannya rendah dan permeabilitasnya tinggi. Teknik likuisolid digunakan untuk meningkatkan disolusi, kelarutan dan bioavailabilitas asam fenofibrat. Penelitian ini…
Asam fenofibrat adalah antihiperlipidemia yang termasuk dalam Sistem Klasifikasi Biofarmasetik kelas II karena memiliki kelarutan yang rendah dan permeabilitas dalam usus tinggi serta termasuk obat generik tertentu yang wajib uji bioekivalensi. Teknik likuisolid merupakan metode untuk meningkatkan kelarutan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan disolusi tablet likuisolid asam…
Asam fenofibrat merupakan metabolit aktif golongan fenofibrat yang termasuk dalam Sistem Klasifikasi Biofarmasetik kelas II dikarenakan memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi, serta termasuk golongan daftar obat generik yang wajib uji bioekivalensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik tablet likuisolid asam fenofibrat dengan pelarut Tween 80 dan adsorben Ne…
Asam fenofibrat adalah metabolit aktif yang berfungsi sebagai antihiperlipidemia yang termasuk dalam daftar obat wajib uji bioekivalensi serta dalam BCS (Biopharmaceutical Classification System) kelas II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tablet likuisolid asam fenofibrat dengan pelarut propilen glikol dan adsorben Neusilin serta similaritas profil disolusi terhadap produk…
Asam fenofibrat merupakan antihiperlipidemia golongan fibrat yang termasuk dalam Biopharmaceutical Class System kelas II, dengan kelarutan buruk dan permeabilitas baik serta termasuk dalam daftar obat wajib uji bioekivalensi. Untuk meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas, digunakan teknik likuisolid dengan pelarut propilen glikol dan adsorben Avicel PH 102. Tablet likuisolid asam fenofibrat…
Tablet likuisolid candesartan dibuat tiga formula dengan rasio zat aktif dan pembawa F1(1:15), F2 (1:20), F3(1:25). Candesartan disuspensikan pada pelarut propilen glikol lalu ditambahkan dengan bahan pembawanya yaitu Neusilin sampai membentuk serbuk likuisolid. SSG (Sodium Starch Glycolate) sebagai penghancur dan Magnesium Stearat sebagai pelincir ditambahkan pada serbuk likuis…
Tablet likuisolid candesartan cilexetil 8 mg dibuat sebanyak 3 formulasi dengan cara candesartan cilexetil didispersikan menggunakan pelarut non-volatil Tween 80 lalu ditambahkan bahan pembawa Neusilin yang dikombinasikan dengan HPMC. Serbuk likuisolid ditambahkan dengan bahan penghancur dan pelicin kemudian dikempa menjadi tablet. Hasil evaluasi tablet likuisolid…
Atorvastatin kalsium merupakan obat dalam golongan BCS kelas II dan memiliki bioavailabilitas 14%. Diperlukan upaya untuk meningkatkan disolusi dan bioavailabilitas atorvastatin kalsium. Disolusi atorvastatin kalsium dapat ditingkatkan dengan pembentukan dispersi padat permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembentukan dispersi padat permukaan dengan Aerosil terhadap diso…
Pravastatin sodium merupakan obat hiperlipidemia yang pada pemberian oral mengalarni metabolisme lintas pertama dan memiliki bioavailabilitas sebesar 17% Formulası film transdermal dapat meningkatkan bioavailabilitas pravastatin sodium dengan kombinasi polimer hidrofilik dan lipofilik yang memberikan pelepasan terkendali. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik fisik, disolusi dan pe…